Selasa, 04 Juni 2019

[Sponsored] IUGR Pada Janin, Gejala, dan Pengobatan

Bismillah.

Selama masa kehamilan, kondisi janin di dalam kandungan akan sangat berkaitan erat dengan kondisi kesehatan sang ibu. Apapun kondisi ibu, tentunya bayi di dalam kandungan juga akan merasakannya. Karena itulah sejak masa kehamilan, sangat diharapkan agar ibu terus memenuhi kebutuhan nutrisi, tak hanya untuk dirinya sendiri namun juga untuk bayi yang ada di dalam kandungan.

Selain itu, penting pula bagi ibu hamil untuk tidak merasa stress dan selalu bahagia. Dengan begitu pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan juga akan baik dan sesuai dengan usia kehamilan.

Lalu bagaimana jika pertumbuhan bayi tidak sesuai dengan usia kehamilan? Kemungkinan janin di dalam kandungan mengalami IUGR atau Intrauterine Growth Retardation/Restriction. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan janin menjadi tertunda ataupun janin tidak dapat berkembang. Dan kondisi bayi IUGR ini dapat terdeteksi pada saat usia kehamilan 1-3 bulan melalui tes USG.


Pengertian IUGR


Intrauterine Growth Retardation atau IUGR adalah kondisi ketika janin di dalam kandungan mengalami hambatan dalam pertumbuhan. Pada IUGR, ukuran janin tidak sesuai ukuran yang semestinya, sesuai dengan usia kehamilan. Kondisi ini secara medis dikenal sebagai Pertumbuhan Janin Terhambat (PJT).

Ada 2 jenis IUGR, yaitu:


IUGR simetris, jenis IUGR yang ditandai adanya bagian pada tubuh bayi yang proporsional, namun secara keseluruhan terlihat ukuran tubuhnya yang kecil.

IUGR asimetris, jenis IUGR yang ditandai ukuran kepala bayi normal, namun di bagian tubuh lainnya memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan ukuran normalnya.

Kondisi-iugr
Credit: Pixabay

Penyebab IUGR


IUGR adalah kondisi gangguan yang bisa disebabkan karena beberapa faktor, di antaranya faktor kesehatan ibu maupun plasenta dan tali pusat. Faktor kesehatan ibu yang bisa meningkatkan risiko IUGR adalah penyakit jantung bawaan, hipertensi, penyakit autoimun, malnutrisi, diabetes, kelainan pembekuan darah, toksoplasmosis, bentuk rahim abnormal, infeksi cytomegalovirus, infeksi rubella, ataupun kebiasaan merokok.

Sedangkan untuk permasalahan pada plasenta maupun tali pusat dapat disebabkan karena solusio plasenta, kelainan pembuluh darah pada tali pusat, anatomi tali pusat, dan kehamilan kembar.

Tanda-Tanda IUGR


Ada beberapa tanda-tanda janin mengalami IUGR yang bisa diketahui pada saat masa kehamilan, berikut ini tanda-tanda yang harus diperhatikan oleh ibu.

Hasil USG Tetap

Selama masa kehamilan, tentu saja ibu diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan USG secara rutin agar mengetahui bagaimana kondisi perkembangan janin di dalam kandungan. USG ini juga bisa mendeteksi jika terjadi cacat lahir.

Jika janin di dalam kandungan mengalami IUGR, maka hasil USG di trimester pertama dan kedua sama sekali tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan. 

Janin Tidak Bergerak

Saat memasuki kehamilan 4-5 bulan, biasanya ibu akan merasakan adanya gerakan janin di dalam kandungan. Namun jika awalnya janin bergerak aktif dan kemudian tidak bergerak, ini kemungkinan dapat menjadi tanda jika bayi tidak mengalami perkembangan di dalam rahim. 

Kadar hCG Menurun

Kadar hCG atau Human Gonadotropin merupakan hormon yang diproduksi oleh tubuh selama masa kehamilan. Jika janin berkembang normal, maka kadar hCG akan terus meningkat hingga usia kehamilan mencapai 9-16 minggu. Berbeda jika janin mengalami IUGR, maka kadar hormone hCG hanya sedikit.

Detak Jantung Bayi Tidak Terdeteksi

Umumnya pada saat pemeriksaan kehamilan, biasanya akan dilakukan pemeriksaan agar mengetahui detak jantung janin di dalam kandungan. Pada saat tes pertama dan kedua, ketika tak terdengar sama sekali detak jantung bayi maka sangat memungkinkan jika bayi di dalam kandungan mengalami IUGR. Namun hal ini dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut dikarenakan kondisi ini dapat disebabkan karena kondisi plasenta dan posisi bayi.

Iugr-janin
Credit: Pixabay



Tak hanya terlihat dari perkembangan janin di dalam kandungan, kondisi IUGR pada bayi juga dapat terlihat pada sang ibu. Salah satu tanda-tandanya adalah ketika terjadi penurunan sensitivitas pada payudara dan ukurannya yang semakin mengecil. Ini disebabkan karena produksi hormon yang berperan mendukung pertumbuhan janin telah berkurang bahkan berhenti. Tanda-tanda lainnya adalah jika biasanya ibu mengalami morning sickness, namun tiba-tiba berhenti meskipun trimester belum berakhir.

Selain itu, keluarnya air ketuban sebelum waktu kelahiran dan kram yang sering dirasakan ibu juga bisa menjadi salah satu tanda bayi mengalami IUGR. 

Pencegahan IUGR


Meskipun tak semua kasus bayi IUGR bisa dicegah, namun IUGR adalah kondisi yang bisa diturunkan risikonya asalkan ibu hamil melakukan hal-hal berikut ini:

Konsumsi makanan-makanan yang sehat, seperti buah, sayur, serta protein yang cukup

Tidur cukup, 6-8 jam di malam hari

Jangan mengkonsumsi alkohol maupun narkoba

Hindari paparan asap rokok 

Pengobatan IUGR


Jika janin yang ada di dalam kandungan sudah mengalami IUGR, maka salah satu pengobatan yang dapat dilakukan adalah terapi. Untuk terapi IUGR ini sangat bervariasi, tergantung dari kondisi janin serta usia kehamilan. Hal yang pasti adalah dokter akan memantau lebih ketat dan intensif mengenai kondisi kehamilan. Ibu dapat melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan serta pemeriksaan USG lebih sering dibandingkan biasanya agar dapat memantau kemajuan pertumbuhan janin.

Jika IUGR terjadi akibat infeksi yang menyerang ibu, maka segera dilakukan pengobatan pada infeksi tersebut. Ibu hamil biasanya juga akan diminta untuk rutin berkonsultasi dengan ahli gizi sehingga asupan makanan sehari hari bisa diperbaiki.

Pada sebagian kasus, ibu hamil juga diminta agar mengurangi aktivitas-aktivitas yang dapat meningkatkan aliran darah menuju janin. Jika tidak ada perkembangan yang signifikan, maka dokter akan menyarankan untuk memajukan waktu kelahiran bayi.

~~~

IUGR adalah kondisi yang cukup berbahaya terutama bagi janin di dalam kandungan. Karena itulah penting bagi ibu hamil untuk rutin memeriksakan diri dan kondisi janin di dalam kandungannya secara rutin agar dapat meminimalisasi risiko-risiko buruk yang dapat terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kindly share your thought here!
Please do not leave any links on the comment section.

Thank you! ^^

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES