Kamis, 29 November 2018

Dua Kota Penuh Kenangan

Assalaamu'alaykum.

Aku lahir dan besar di Bekasi. Ada terlalu banyak kenangan di sana. Kenangan masa kecil, kenangan bersama teman, kenangan di banyak tempat yang aku kunjungi. Semua itu selalu membuatku rindu kampung halamanku.

Kenangan di Bogor tak kalah banyaknya, walaupun tentu lebih banyak kenangan di Bekasi. Aku tinggal di Bekasi selama hampir 20 tahun. Butuh lebih dari 15 tahun lagi untuk menyamainya.

Dua-kota-penuh-kenangan
Credit: Pixabay

Aku mulai tinggal di Bogor di usia 19 tahun. Setelah gagal masuk kuliah di mana-mana, akhirnya aku belajar Bahasa Arab di Bogor. Rumah di Bekasi dibiarkan kosong begitu aja karena penghuninya tinggal kami berempat. Adikku juga melanjutkan sekolah di Bogor, jadi kami sepakat untuk menetap di Bogor.

Sejak saat itu, kami cuma sesekali menengok rumah. Sampai akhirnya rumah kami dibeli oleh seorang kerabat. Meski sudah gak bisa balik lagi ke rumah itu, aku akan terus ingat kenangan indah selama tinggal di sana.

Dulu Bekasi itu messy. Macet di mana-mana, banyak jalan yang rusak. Sekarang alhamdulillah sudah jauh lebih baik, apalagi setelah flyover Sumarecon rampung. Banyak spot foto menarik di sana, karena selain flyover, ada mall dan tempat-tempat lainnya yang dibangun di wilayah itu.

Karena pindah ke Bogornya sebelum pembangunan selesai, aku belum sempat menyusuri flyover, jadinya bingung harus lewat mana. Untungnya aku jarang ada keperluan di daerah itu. Pengen sih, main di Mall Sumarecon, tapi daripada nyasar, mending gak usah πŸ˜†

City-illustration
Credit: Pixabay

Sekarang hanya aku yang tinggal di Bogor. Sepeninggal Ibu, Ayah dan adikku balik lagi ke Bekasi, tinggal di rumah lain. Aku sesekali mengunjungi mereka di sana. Kadang mau main ke tempat-tempat kenangan, tapi arahnya berlawanan dengan rumah Ayah. Dan waktunya terbatas. Dari pagi sampe sore gak cukup untuk melepas kangen. Rasanya pengen sampe malem.

Di Bogor, aku tinggal berdua aja dengan suami. Lebih nyaman begini daripada nebeng di rumah ortu atau mertua. Gak ada 2 ratu dan 2 nahkoda dalam 1 kapal. Lebih adem daripada tinggal dengan orangtua. Kalo marahan, orangtua gak bakalan tau. Taunya ya kami baik-baik aja.


Bogor itu tempat aku belajar jadi dewasa. Tempat yang dulunya asing, sekarang terasa nyaman. Di kota ini juga, aku bertemu dengan lelaki yang sekarang aku panggil suami. Kalau aku masih di Bekasi, mungkin kami gak akan ketemu. Tapi kalau memang sudah takdirnya untuk bersatu, terpisah bermil-mil pun akan tetap bersatu.

Bogor adalah tempatku merajut asa serta tempat belajar agama yang shahih. Dari kegiatan art workshop sampai job menjahit huruf yang aku banget, ada di sini. Di dekat tempat tinggal kami juga ada masjid yang sering diadakan pengajian. Ada banyak lembaga yang mengajarkan tentang ilmu dien. Bahasa Arab, Tahsin (memperbagus bacaan Al Quran), Tahfidz (menghafal Al Quran), dan lain-lain.

Kedua kota yang pernah dan sedang aku tinggali ini punya daya tarik masing-masing. Aku menyukai keduanya. Kalau harus pindah lagi dari tempat yang sekarang, semoga tempat yang baru akan membawa semangat baru. 😊

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kindly share your thought here!
Please do not leave any links on the comment section.

Thank you! ^^

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES